VOICE of SMANSTARS LAKOSTA

Ramadhan & HUT Proklamasi RI di Sungai Tarab

HUT Proklamasi RI tahun 2010 memiliki suasana yang berbeda dari Tahun sebelumnya, seiring dengan waktunya bertepatan dengan Saudara/i ku melaksanakan Ibadah Puasa 1431 H.
Benarkah semarak HUT Proklamasi RI ini berkurang, jawabnya jelas tidak sebab khusus di Kecamatan Sungai Tarab kehadiran Drum Band "Gema SMANSTARS LAKOSTA" yang menyuguhkan Display mampu memberi warna dan kemeriahan HUTRI tersebut. Semangat menjalankan Ibadah Puasa tak mengurangi semangat tampil oleh personil Drum Band SMANSTARS LAKOSTA.


Jumat, 19 November 2010

Lagu Rohani Spesial

Ubi Caritas et Amor, Deus ibi est 
(DImana ada Cinta & Kasih, Disitu ada Allah)
Song by :
Ubi Caritas et amor, Deus ibi est   2x
Bila ada yang sedang sakit
Datanglah padanya menghibur
Bila ada yang putus asa
Bawalah harapan yang teguh
Ubi caritas et amor, Deus ibi est   2x
Bila ada pertikaian
Bawalah kedamaian
Bila ada kebencian
Bawalah pengampunan
Ubi Caritas et amor, Deus ibi est  2

Kamis, 18 November 2010

NATAL di DUSUN KECIL

 Natal di Dusun Yang Kecil
Jauh di dusun yang kecil
Disitu rumah ku
Lama sudah kutinggalkan
Aku rindu
Tahun-tahun t'lah berlalu
Menambah rinduku
Nantikan kedatanganku dusunku
Kuingin mengulang lagi
Kenangan masa kecilku
Kenangan hari natal yang bahagia
Kunyalakan lilin-lilin
Kunyalakan lenteraku
Kenangan Natal di dusun yang kecil
......Intro

Lama sudah kutinggalkan tempat kelahiranku

Teringat sanak saudara teman-teman bercanda

Berkelut di keramaian kota Engkau tak pernah kulupa
Engkau yang telah membina aku jadi manusia 

Di hari natal ini kenangan menggugah lagi

Ingin rasanya aku segera kembali

Ingin kunyalakan lagi di sepanjang pagar rumahku 
Lilin lilin bertanda natal telah tiba 

Jumat, 15 Oktober 2010

Peningkatan Partisipasi Siswa pada KBM Bulan Ramadhan

Selama 17 tahun lebih saya mengajar di salah satu SMA di Kabupaten Tanah Datar Propinsi Sumatera Barat yang nota bene adalah masyarakat minangkabau yang melekat dengan filosofi ABS-SBK(Adat basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah). Dalam kurun waktu tersebut beberapa kondisi menjadi hal yang saya perhatikan dan amati, diantara hal tersebut adalah bahwa dalam 2 - 3 tahun terakhir ini kegiatan belajar mengajar pada bulan ramadhan hanya berlangsung bagi kelas 12 sementara untuk kelas 10 dan 11 mereka diwajibkan engikuti kegiatan pesantren ramadhan.
Bila merujuk pada sebuah kondisi yang pernah terjadi dalam beberapa tahun yang lalu bahwa KBM untuk bulan ramadhan dilangsungkan untuk semua tingkatan kelas. Dan apa yang terjadi pada masa-masa tersebut adalah bahwa dari hari ke hari terjadi penurunan persentase kehadiran siswa bisa mencapai kegadiran 40%. Ini kondisi yang memprihatinkan bagi kami selaku salah seorang guru di sekolah ini.
Kondisi tersebut dalam tahun 2010 yang bertepatan dengan Ramadhan 1431 H sangat kontradiktif justru kehadiran dapat dikatan mendekati sempurna mencapai lebih dari 90%. Ketidakhadiran siswa hanya di karenakan sakit atau karena memiliki kepentingan lain(izin).
Bagaimana terjadinya peningkatan kehadiran siswa ini?

A warming world could leave cities flattened - environment - 15 October 2010 - New Scientist

A warming world could leave cities flattened - environment - 15 October 2010 - New Scientist

Senin, 11 Oktober 2010

IN REFRESHING TIME

           Kulakukan ini saat aku membutuhkan  waktu refresh demi menenangkan hati dan pikiranku. Selalu kulakukan sebagai hal penyeimbang pekerjaan pikiran. Seni dan Logika yang harus selalu diisi dan dilatih; logika dan seni pengisi kedua sisi otak. Ini suatu obat bagiku mengatasi berbagai hal yang mungkin akan mengecewakan. Hati dan pikiran senang dan tenang.

Senin, 04 Oktober 2010

MENJADI GURU YANG BERKUALITAS DAN EFEKTIF


    Ada enam (6) peran penting yang mesti dilakukan oleh guru terhadap peserta didiknya. Peran ini amat penting untuk menilai diri sendiri oleh seorang guru: "Apakah secara personal dan profesional, guru sudah berkualitas dan efektif ?.
     1. Memperhatikan Pribadi Murid
Guru yang efektif dan profesional amat care (perhatian) pada pribadi para peserta didiknya dan menampakkan hal itu sehingga para peserta didik merasakannya. Perhatian personal seperti ini paling dapat dirasakan dari tatapan mata di antara guru dengan para pserta didiknya: tatapan mata perhatian dan suportif. Guru yang sungguh memerankan "caring" akan lebih sering memberikan peneguhan dan dorongan semangat. Karakteristik dari "caring" ini banyak bentuknya, seperti: kesabaran, kepercayaan, kejujuran dan keberanian; juga mendengarkan dengan empatik, memahami, mengenal masing-masing peserta didik secara individu, hangat dan penyemangat; dan di atas semuanya itu, cinta pada pribadi peserta didik.

     a.    Mendengarkan (Listening)
Guru yang efektif mampu mendengarkan penuh empatik, tidak hanya mendengarkan apa yang terjadi di dalam kelas, tetapi terlebih tentang kehidupan peserta didiknya secara umum. Sikap dan tindakan berarti menghargai tiap hal yang diungkapkan oleh sang peserta didik. Para pserta didik butuh perhatian dan pendampingan, dan mereka amat menghargai guru yang baik dan suka menyemangati. Dalam tindakan seperti itulah tampak bahwa guru itu sungguh care atau tidak terhadap peserta didiknya.

b.  Memahami (Understanding)
Peserta didik sangat menghormati guru yang memahami apa yang menjadi masalah dan pertanyaan mereka. Hasil wawancara dengan pserta didik secara konsisten menampakkan bahwa para siswa ini menginginkan guru yang dapat mendengarkan keluh kesah, pemikiran, dan masalah mereka serta dapat membantu mereka mencari jalan keluar darinya. Para siswa merindukan sosok guru yang mengembangkan sikap saling menghargai antar guru-siswa, merindukan sosok yang berbagi tentang hidup pribadi dan pengalamannya. Guru yang siap sedia untuk siswa juga mendapatkan nilai penghargaan yang tinggi. Peserta didik ingin melihat guru sebagai pribadi yang autentik dengan perhatian dan empati yang tulus terhadap anak didiknya.

c.  Mengenal Murid (Knowing Students)
Guru yang efektif dan care mengenal sungguh muridnya secara formal maupun informal. Dia menggunakan kesempatan untuk terus menjaga komunikasi yang terbuka dengan anak didik. Dia tahu muridnya secara individual, tidak hanya mengerti masing-masing gaya belajar dan kebutuhan akademiknya, tetapi juga mengenal mereka secara personal, apa yang mereka suka atau tidak suka, situasi dirinya yang bisa jadi mempengaruhi perilaku dan penampilannya di sekolah. Guru yang efektif mengenal mereka pertama-tama sebagai person, baru kemudian sebagai murid.
2.Menghargai dan Memperlakukan Secara Sama Masing-Masing Pribadi
Guru yang efektif mengerti sungguh bagaimana menjaga kredibilitas dirinya. la akan berusaha untuk menekankan nilai-nilai penghargaan dan perlakuan yang sama kepada tiap-tiap pribadi muridnya. Selain itu, la pun menjadi model dan mempraktikkan nilai-nilai tersebut. Murid sangat menghormati guru yang memperlakukan mereka secara adil, tidak pilih kasih. Dan kalaupun ada anak yang bertindak keliru, akan lebih dihargai oleh murid jika guru tidak menasihatinya di depan seluruh kelas atau di depan teman-temannya, melainkan ia berbicara berdua dari hati ke hati, lalu mengatakan apa yang keliru serta memberikan masukan untuk tindakan yang benar dan baik. Murid sangat menghargai guru yang tidak membeda-bedakan mereka berdasarkan ras, latar belakang budaya, dan gender.
3.  Interaksi Sosial dengan Murid
Interaksi sosial dengan murid adalah kesempatan baik bagi guru untuk mengembangkan perhatian, perlakuan yang adil, dan rasa hormat pada anak didiknya. Kemampuan seorang guru untuk melakukan interaksi positif dan hubungan yang saling menghargai, sungguh memainkan peranan yang kuat dalam menumbuhkan suasana pembelajaran yang positif dan meningkatkan keberhasilan murid. Kehadiran guru dalam kegiatan olah-raga, konser musik, atau acara-acara yang melibatkan partisipasi murid, amatlah berharga bagi anak didik. Interaksi sosial yang konstruktif antara guru dan murid tidak hanya memberi sumbangan positif terhadap proses pembelajaran dan pencapaian belajar murid, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri murid dengan cara menumbuhkan dalam diri mereka rasa memilki kelas dan sekolah (sense of belonging). Dan melalui interaksi sosial seperti ini, guru dengan lebih mudah memberikan tantangan yang realistis kepada masing-masing murid untuk meraih sukses.
4. Mendorong Antusiasme dan Motivasi untuk Belajar
Guru dapat dengan lebih efektif memotivasi murid dengan cara mendorong mereka untuk secara pribadi bertanggung jawab atas cara belajar, cara mengatur suasana kelas, menetapkan standar yang cukup tinggi, melontarkan tantangan-tantangan, ser­ta memberikan penguatan dan semangat dalam mengerjakan tugas-tugas. Murid akan melihat sosok guru yang efektif seperti ini sebagai sosok pemimpin yang memotivasi. Meskipun sadar bahwa ada beberapa murid mungkin lebih suka duduk tenang, guru yang efektif tidak berhenti untuk terus memberikan moti­vasi dan melibatkan anak itu.
juga karena sadar bahwa tiap-tiap murid punya level motivasi yang berbeda-beda, sang guru dapat secara kreatif menemukan strategi yang cocok untuk masing-masing. Ia tahu bagaimana memberikan dukungan kepada murid yang sudah memiliki motivasi intrinsik; sekaligus ia terus mencari jalan bagaimana memberikan motivasi ekstrinsik bagi murid yang membutuhkannya.
Guru yang efektif mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman dan membekali para murid dengan keahlian strategi belajar sesuai kapasitas dan interes masing-masing individu. Sejalan dengan tindakan menyediakan keahlian strategi belajar, tindakan melatihkan proses berpikir yang lebih tinggi akan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, selalu baru, dan tidak membosankan. Guru yang memiliki dan menampakkan api semangat hidup dan antusiasme merupakan faktor yang amat penting dalam memperkuat motivasi anak didik,
5.  Sikap terhadap Profesi Mengajar
Guru yang efektif memiliki dedikasi tinggi kepada pribadi murid dan terhadap tugas mengajarnya. Dalam dirinya tertanam sikap bahwa ia bertanggung jawab atas keberhasilan anak-anak didiknya. Ia mengusahakan berbagai strategi pembelajaran un­tuk melayani kebutuhan cara belajar muridnya yang bervariasi, dengan satu tujuan: anak didiknya sukses.
Guru yang efektif suka bekerja secara kolaboratif dengan kolega staf pendidik, suka berbagi ide, mau membantu teman yang kesulitan, dan terlebih membantu guru yang masih baru. la selalu terbuka dan ingin terns mengembangkan dirinya sebagai guru yang profesional, misalnya: mengikuti seminar, workshop, training, pengembangan profesionalitas guru, dan sebagainya. Ia menuntut dirinya sendiri untuk tiada henti belajar dan mengem­bangkan diri sebagaimana ia menuntut murid-muridnya untuk belajar dan berkembang.
6.  Sikap Reflektif
Guru yang efektif juga memperlihatkan sikap dan tindakan hidup reflektif. Ia selalu mengevaluasi kinerjanya dan proses mengajarnya di kelas. Ia juga melakukan evaluasi diri dan kritik diri sebagai alat bantu untuk mengupayakan yang lebih baik di hari esok. Guru yang reflektif akan memotret dirinya sebagai murid yang belajar. Ia selalu ingin tahu hal-hal baru tentang seni dan teori mengajar, juga tentang dirinya sendiri sebagai guru yang efektif. Secara berkesinambungan ia mengembangkan pembelajaran dan mencoba pendekatan-pendekatan baru agar semakin dapat melayani kebutuhan masing-masing muridnya dengan lebih baik.
Riset mendefinisikan guru reflektif sebagai pribadi yang introspektif, artinya : mereka selalu mencari pemahaman yang lebih mendalam akan pengajaran melalui studi lanjut atau membaca buku-buku profesionalitas. Dengan cara melakukan refleksi setiap waktu, guru berkehendak untuk menjadi pendidik yang lebih baik dan menanamkan sesuatu yang berbeda (sesuatu yang positif) dalam hidup para muridnya. Guru yang efektif membuka hati terhadap masukan dan kritik konstruktif demi perkembangan pribadi dan keterampilannya; lalu mereka akan merefleksikannya dan belajar untuk berubah ke arah yang lebih baik.
Untuk sampai ke tujuan seperti itu, dibutuhkan pikiran yang terbuka, kejujuran, dan waktu yang cukup agar terjadi perubahan dalam perilaku mengajar. Praktik refleksi juga meningkatkan self-efficacy dan rasa percaya diri dalam diri guru. Kedua hal ini pada gilirannya akan juga meningkatkan kemampuannya memfasilitasi murid dalam pengajaran dan menjadikan mereka semakin berani mengkomunikasikan kepercayaan hidupnya untuk dibagikan kepada para murid.
Oleh : Drs.Aleksander Hutauruk,M.Si (2010)
                                                                                       Dari  : Berbagai Sumber.
                                                        (Dokumen MOS SMANSTARS LAKOSTA,2010) 

PILKETOS SMANSTARS LAKOSTA 2010

PILKETOS adalah sebuah singkatan yang digunakan warga SMA Negeri 1 Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar untuk Pemilihan Ketua OSIS SMA Negeri 1 Sungai Tarab yang berlokasi di Jalan Ladang Koto Sungai Tarab (SMANSTARS LAKOSTA).
Istilah ini diluncurkan dan digunakan mulai pada Pemilihan Ketua OSIS SMANSTARS LAKOSTA tahun 2010 dengan harapan pada tahun-tahun berikutnya akan diteruskan dan dipertahankkan.
Sebagaimana diketahui bahwa OSIS merupakan salah satu jalur Pembinaan Kesiswaan, maka sebagai salah satu jalur pembinaan kesiswaan maka sudah selayaknya Penataan Kegiatan PILKETOS sedapat mungkin merupakan yanag diarahkan untuk pembinaan para siswa di SMA Negeri 1 Sungai Tarab. Seiring dengan hal itu maka untuk Pertemuan dan Sidang antar utusan kelas ditata sedemian rupa supaya kegiatan PILKETOS 2010 SMANSTARS LAKOSTA dapat memberi pelatihan dan peingkatan wawasan  para siswa.PILKETOS SMANSTARS LAKOSTA 2010 sehingga dengan semangat Jurprodista Kreatika maka akan benar-benar terwujud :"OSIS SMANSTARS LAKOSTA adalah Milik semua warga sekolah". Maju terus QSIS SMANSTARS LAKOSTA. Dan marilah kita merenungkan agar setiap warga dalam mewujudkan pengurus OSIS yang handal. Proficiat